Selasa, 25 Agustus 2009

Malinau Kembangkan BBI Kaliamok

Balai Benih Ikan (BBI) Kaliamok di Kabupaten Malinau dinilai sudah maju dari pada beberapa waktu sebelumnya. Hal ini terlihat dari distribusi benih ke sejumlah masyarakat petani dan ikan segar siap dikonsumsi warga.
“Sekarang BBI Kaliamok sudah mengembangkan beberapa jenis ikan, bahkan sudah melakukan panen berkali-kali dan sudah memberikan benih kepada banyak petani ikan, itu menandakan BBI ini sudah maju. Meski demkian BBI ini harus terus dikembangkan,” kata Bupati Malinau, Marthin Billa.
Bupati juga berharap agar keberhasilan BBI dalam panen dan pengembangan ikan bisa menjadi motifasi bagi petani ikan untuk lebih serius dalam mengelola miliknya sendiri, sehinga ke depan Malinau akan menjadi sentra pengembangan ikan.
Ia juga meminta kepada Dinas Pertanian, Peternakan dan Perikanan agar mampu melayani kebutuhan permintaan masyarakat untuk meningkatkan perekonomian kecil dan menengah, sehingga kelak bukan hanya masyarakat petani ikan saja yang mendapat keuntungan, namun juga para pelaku usaha kecil.
Program budidaya perikanan ini dinilai cukup memiliki potensi menjanjikan dan masih banyak peluang untuk impor maupun ekspor. “Program perikanan yang merupakan salah salah satu sektor pembangunan pertanian ini harus bisa menjadi andalan ikan segar daerah dan dapat meningkatkan ekonomi masyarakat di samping menjadi menu yang menyehatkan,” katanya.
Sementara itu, Abdulfatah Zurkarnaen, pengelola BBI Kaliamok mengatakan balai benih tersebut saat ini telah berhasil mengembangkan jenis ikan lele, nila dan emas, namun masih terdapat beberapa kendala yang dihadapi untuk mengembangkan ikan lainnya, seperti ikan patin yang pangsa pasarnya cukup besar.
BBI Kaliamok masih mengalami kendala dalam pengembangan jenis ikan patin. Misalnya dalam proses pemijahan masih membutuhkan penerangan listrik dan sarana pemanasan. Selain juga diperlukan penerangan umum tempat tinggal rumah pengelola.
Menurutnya, sedikitnya BBI itu memerlukan listrik dengan daya 20 ampere. Estimasi daya listrik sebesar 20 ampere tersebut akan digunakan untuk rumah, ruangan laboratorium dan gudang. Bahkan, tahun ini ada satu unit bangunan asrama untuk pelatihan bagi masyarakat guna meningkatkan keterampilan budidaya ikan.
“Sejumlah peralatan laboratorium di BBI ini sudah lengkap, namun kami tinggal menunggu daya listrik. Jika listrik sudah ada, maka kami bisa memaksimalkan,” ujar Abdulfatah. BBI Kaliamok, lanjutnya, memberikan benih ikan kepada masyarakat secara gratis untuk tahap awal bagi yang baru memulai budidaya ikan. Dengan harapan, dari benih yang diberikan tersebut dapat dikembangkan menjadi induk dan dilakukan pendederan sendiri untuk mendapatkan benih nila dan emas baru. ()

Tidak ada komentar:

Posting Komentar